Selasa, 30 April 2013

Fokus baru untuk sela-sela hutan jati

Sudah dimulai: penanaman porang secara masal untuk meningkatkan penghasilan petani di sekitar hutan jati. Lokasinya di Mrico Kecut, kawasan hutan yang terletak antara kota Blora dan Cepu. Sabtu pagi lalu, lebih 1.000 orang berkumpul di tengah hutan jati tersebut. Mereka terdiri dari 120 kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 10 orang. Ketua kelompoknya adalah karyawan Perhutani yang sudah dididik bagaimana menanam porang yang benar.
Perum Perhutani, BUMN yang mengelola hutan jati di seluruh Jawa dan Madura, memang memiliki program untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk di sekitar hutan. Terutama untuk memanfaatkan tanah di sela-sela pohon jati. Berbagai tanaman sudah dicoba: jagung, empon-empon, ketela, jarak, dan banyak lagi. Tapi hasilnya sangat minim. Para petani tetap melakukan itu mengingat sesedikit apa pun hasilnya tetap lebih baik daripada tidak ada sama sekali.

Setahun terakhir ini direksi Perhutani terus mengevaluasi tanaman apa yang sebenarnya paling cocok untuk petani di sekitar hutan jati. Empon-empon (temulawak, kunyit, kunyit putih, jahe) sebenarnya tumbuh dengan sangat baik. Misalnya di hutan jati dekat Randublatung.
Sabtu siang itu saya diagendakan melakukan panen empon-empon tersebut. Hasilnya sangat baik. Tapi harga empon-empon tidak terlalu menjanjikan. Pasarnya pun terbatas. Proses pasca panennya pun tidak mudah. Terutama proses pengeringannya yang harus standar. Ini karena empon-empon tersebut akan dipergunakan untuk jamu.
Seorang petani yang selama ini menanam jagung juga senasib. "Satu hektar paling besar bisa menghasilkan jagung senilai Rp 500.000," katanya di acara temu petani tersebut. Tanaman jarak, seperti yang dilakukan di Purwodadi, lebih kecil lagi: hanya Rp 150.000 per hektar. Bahwa mereka tetap menanam komoditi-komoditi tersebut hanyalah karena daripada tidak ada penghasilan sama sekali.
Mengingat luasnya hutan jati milik Perhutani, tetap saja harus ditemukan cara terbaik untuk memanfaatkannya. Daripada di sela-sela pohon jati itu hanya ditumbuhi rumput liar. Di Kabupaten Blora sendiri, seperti dikemukakan Bupati Blora saat itu, hampir separo (49%) wilayah kabupaten itu adalah hutan jati Perhutani.
Setelah setahun diskusi dan evaluasi dilakukan, jatuhlah kesimpulan: tanaman porang adalah tanaman yang paling tinggi nilai ekonominya. Satu hektar bisa menghasilkan Rp 30 juta per tahun. Ini berdasarkan pengalaman para petani porang di hutan jati Nganjuk, Jatim. Padahal satu petani bisa saja menanam porang sampai tiga hektar. Bahkan di Nganjuk itu, petani porangnya sudah menjadi juragan kecil-kecilan: mempekerjakan buruh panen dari wilayah lain. Ini karena kian lama hasil porangnya kian banyak dan petani tidak sanggup lagi memanennya sendiri.

Masalahnya: untuk penanaman pertama, hasilnya baru bisa dipanen dua tahun kemudian. Selama menunggu dua tahun itulah yang perlu dipikirkan petani dapat hasil dari mana. Sedang tanaman jagung bisa panen dalam waktu empat bulan.
Tim Perhutani, seperti dikemukakan Dirutnya, Bambang Sukmananto, akhirnya menemukan cara ini: bagi hasil. Petani, seperti di hutan Mrico Kecut tadi, melakukan penanam terus-menerus setiap hari. Mereka akan dibayar sesuai dengan luasan tanaman yang mereka kerjakan. Kian rajin mereka menanam kian besar bayarannya. Tiap bulan, petani akan mendapat bayaran sekitar Rp 700.000. Bisa lebih besar kalau rajin dan bisa turun kalau malas. Selama dua tahun menunggu, mereka hidup dari bayaran tersebut. Saat panen tiba, mereka mendapat bagian separo dari hasil porangnya.
Porang (sejenis umbi-umbian suweg) relatif mudah penanganannya. Tidak banyak hama dan tidak perlu perawatan yang berat. Cukup hanya membersihkan rumputnya. Bayaran Rp 700.000 per bulan itu memang kecil, tapi jam kerja mereka juga tidak panjang. Mereka bekerja hanya empat jam sehari. Sisa jam kerjanya bisa tetap untuk mencari penghasilan lainnya.
Perhutani juga akan mendirikan pabrik porang di Blora. Tahun depan pabrik itu mulai dikerjakan, sehingga di tahun 2015, saat panen porang pertama dilakukan pabriknya sudah berdiri. Bupati Blora sangat bersuka cita. Inilah industri pertama yang akan berdiri sepanjang sejarah Kabupaten Blora modern.
Bagi Perhutani mendirikan pabrik porang tidak lagi sulit. Perhutani sudah mulai berpengalaman. Sudah setahun ini memiliki pabrik tepung porang kecil-kecilan di Pare, Kediri. Kapasitasnya memang baru 500 ton per hari tapi hasil usahanya sangat baik. Tepung porangnya memenuhi standar internasional.
Pembelinya sampai antre. Terutama dari Tiongkok dan Jepang. Tepung porang memang menjadi bahan baku kue, kosmetik, dan obat-obatan. Praktis, pasar tepung porang tidak terbatas. Karena baru ada satu pabrik tepung porang, maka pasar luar negeri tidak sabar. Seorang pengusaha dari Malaysia dan beberapa pedagang dari Tiongkok terus datang ke Indonesia: ingin investasi di porang.
Saya sudah minta kepada Perhutani untuk tidak membuka pintu dulu. Masih terlalu banyak petani kita yang perlu ditolong. Mesin-mesinnya pun bisa dibuat di dalam negeri. Seperti mesin yang di Pare itu buatan Sidoarjo, Jatim. "Sudah setahun ini tidak pernah rewel," ujar Pak Kasim pimpinan pabrik porang di Pare itu.
Bahkan Kasim bisa mengoperasikan pabriknya setahun penuh tanpa berhenti. Padahal, menurut perencanaannya dulu, pabrik itu akan mirip pabrik gula: hanya bekerja enam bulan setahun. Memanfaatkan sela-sela tanaman jati di hutan yang berjuta-juta hektar luasnya itu akan terus menjadi fokus Perhutani. Bahkan, bisa jadi, hasil tanaman selanya ini bisa lebih besar dari hasil hutan jatinya. Ini mengingat jati baru bisa dipanen setelah 20 atau 30 tahun. Saya bertekad kabupaten Blora yang miskin bisa menjadi penghasil porang terbesar di dunia.
Ini akan melengkapi identitas Blora yang selama ini lebih dikenal sebagai tempat kelahiran tokoh-tokoh besar seperti Pramoedya Ananta Toer, Benny Murdani, dan tentu wartawan pertama Indonesia: sang pemula, Adisuryo!
Menteri BUMN
Dahlan Iskan

Kamis, 04 April 2013

Rahasia Dibalik Mulusnya Pisang Sunpride

Pisang Sunpride sangat dikenal memiliki rasa yang manis dan mulus.

Pisang Sunpride sangat dikenal memiliki rasa yang manis dan tektur yang halus dan mulus. Hal tersebut tidak terlepas dari hasil binaan Petani lokal binaan Sunpride yang berhasil memenuhi standar buah Sunpride.
Ingin tahu rahasia mulusnya Pisang Sunpride?

1.    Kebun pisang dibagi per blok, berdasarkan waktu penanaman dari bibit. Bibit yang digunakan dalam proses penanaman merupakan bibit unggul melalui hasil riset dan development dari sunpride

2.    Setiap sisir pisang dibatasi agak tidak bergesekan satu dengan yang lain

3.    Kemudian dibungkus keseluruhan tandan nya, untuk menghindari serangan hama. Step ini merupakan kunci kenapa Pisang Sunpride memiliki kulit yang mulus

4.    Masa panen dibagi per blok, 1 tandan pisang yang telah dibungkus itu dipotong, kemudian digantungkan di rel, untuk dibawa ke packing house

5.    Di packing house, pisang dibersihkan, per sisir yang tadinya kertas diganti dengan bantalan busa

6.    Setelah itu pisang dipotong per sisir, kemudian dicuci di kolam

7.    Dipotong-potong menjadi sisir yang lebih kecil

8.    Setelah dikeringkan, Pisang ditempeli label

9.    Dikemas di kardus, siap dikirim ke Jakarta. Setelah sampai di Jakarta pisang kemudian di kirim ke cabang-cabang di luar kota Jawa, Bali dan Sumatera


Jumat, 02 November 2012

Bulog akhirnya impor beras 300.000 Ton tahun ini



Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) telah melakukan kontrak untuk impor beras sebanyak 300.000 ton dari Vina Food,  perusahaan beras asal Vietnam.   

Deddy Saleh,  Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri,  Kementerian Perdagangan mengatakan,  importasi tersebut akan direalisasikan sampai Desember tahun ini.  "Hal tersebut sesuai dengan izin yang diberikan oleh Kemendag," kata Deddy.   
Selain itu,  Deddy bilang,  saat ini Bulog sedang melakukan proses lelang pembelian beras dari India sebanyak 100.000 ton.  Deddy membantah adanya rencana pembelian beras dari negara-negara lain seperti dari Thailand maupun dari Kamboja.  

Terkait dengan impor beras dari Thailand,  Deddy mengungkapkan,  sampai saat ini belum ada kesepakatan.  Sebab,  kata Deddy,  harga beras yang ditawarkan oleh India tersebut lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga beras pasar internasional.
 

Untuk menjaga stok beras di dalam negeri,  pemerintah mewacanakan agar Bulog memiliki stok cadangan beras di luar negeri sebagai komersial stok.  Dengan cara tersebut,  Bulog juga menjual beras saat harga tinggi,  namun beras itu juga bisa difungsikan sebagai pengaman kebutuhan beras di dalam negeri.



Pertanian



Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa difahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam (bahasa Inggris: crop cultivation) serta pembesaran hewan ternak (raising), meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan kejudan tempe, atau sekedar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan.
Bagian terbesar penduduk dunia bermata pencaharian dalam bidang-bidang di lingkup pertanian, namun pertanian hanya menyumbang 4% dariPDB dunia. Sejarah Indonesia sejak masa kolonial sampai sekarang tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian dan perkebunan, karena sektor - sektor ini memiliki arti yang sangat penting dalam menentukan pembentukan berbagai realitas ekonomi dan sosial masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan data BPS tahun 2002, bidang pertanian di Indonesia menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 44,3% penduduk meskipun hanya menyumbang sekitar 17,3% dari total pendapatan domestik bruto.
Kelompok ilmu-ilmu pertanian mengkaji pertanian dengan dukungan ilmu-ilmu pendukungnya. Inti dari ilmu-ilmu pertanian adalah biologi danekonomi. Karena pertanian selalu terikat dengan ruang dan waktu, ilmu-ilmu pendukung, seperti ilmu tanah, meteorologi, permesinan pertanian,biokimia, dan statistika, juga dipelajari dalam pertanian. Usaha tani (farming) adalah bagian inti dari pertanian karena menyangkut sekumpulan kegiatan yang dilakukan dalam budidaya. Petani adalah sebutan bagi mereka yang menyelenggarakan usaha tani, sebagai contoh "petani tembakau" atau "petani ikan". Pelaku budidaya hewan ternak (livestock) secara khusus disebut sebagai peternak.

Minggu, 12 Agustus 2012

masa depan pertanian indonesia


Masa depan pertanian di Indonesia makin terancam. Pasalnya, minat pemuda untuk menjadi petani kian berkurang.  "Saat ini tidak ada pendidikan di sekolah yang mengajari remaja untuk bertani,"papar Sosiolog Pedesaan Belanda, Prof. Ben Bhite, Ph.D dalam kuliah umum ‘Rural, Youth and Future Farming’ di  UGM, Jumat (20/1).


Guru Besar Emeritus dari Institutes of Social Studies, Den Haag yang sejak tahun 70-an sudah melakukan penelitian pedesaan di Indonesia ini mengatakan pertanian sekarang lebih banyak dikuasai oleh generasi tua. 
Sementara itu, generasi muda sulit untuk mendapatkan lahan pertanian karena sekitar 80 persen lahan petani di Jawa sudah dijual. Tak hanya itu, pemuda pun harus menunggu 30-40 tahun lagi untuk menjadi petani karena menunggu pembagian tanah dari orangtuanya. 

Akibat minimnya lahan pertanian, lanjutnya, pemuda yang berumur 15-24 tahun banyak  menjadi pengangguran terbuka dan setengah pengangguran. Melihat kondisi tersebut, perlu ada kebijakan dari pemerintah untuk memikirkan problem ini. Paling tidak memberikan akses lahan bagi pemuda. 

Ia berpendapat, kesempatan pengembangan pertanian skala kecil untuk pemuda sangat membantu untuk mengentaskan persoalan kemiskinan. Tapi juga harus diikuti dengan akses kepemilikan lahan yang diberikan oleh negara. 


Di samping itu, pertanian skala kecil juga mendukung pelestarian bumi ketimbang pertanian dengan skala besar yang lebih banyak merusak hutan. 


Kamis, 09 Agustus 2012

keadaan pertanian Indonesia saat ini



posting pertama, keadaan pertanian Indonesia saat ini. biar copas. tapi gak apa-apa lah, daripada blog gak ada isinya. lagi penasaran seperti apa keadaan pertanian Indonesia saat ini dan dari hasil searching ke mbah google nemu artikel ini. untuk sumber artikel yang asli bin originalnya sih gak tahu soalnya udah banyak juga yang nampilin artikel ini, tapi untuk menghargai sumber tempat saya copy saya kasih link nya kok. nah langsung saja berikut adalah gambaran seperti apa keadaan pertanian Indonesia saat ini.

Seiring dengan kemajuan Teknologi dan pola pikir yang cenderung istan hal ini berdampak pada pola pikir Bangsa Indonesia diantaranya dibidang Pertanian yang lebih memilih menggunakan pupuk anorganik yang mudah pemakaiannya namun hal tersebut petani tidak menyadari bahwa pupuk anorganik menyebabkan kerusakan unsure dalam tanah.


Dengan menggunakan pupuk anorganik secara terus menerus dan dosis yang semakin bertambah setiap masa tanam / MT hal ini menyebabkan lahan pertanian semakin tidak produktif, biaya cenderung meningkat dan hasil produksi secara draktis menurun. Dampak pola pikir dan langkah pola pertanian yang salah dapat menyebabkan gagal panen, sehingga petani cenderung apatis, tanah dibiarkan terbengkalai dan yang lebih parah lagi tanah akan dijual untuk kebutuhan hidup.


Jadi diri petani telah hilang dan regenerasi pahlawan pangan hampir tidak ada, sehingga fenomena yang ada tingkat keyakinan untuk bertani menjadi melas karena hasil menjanjikan dan yakin bahwa kesejahteraan petani akan tidak tercapai sehingga para pemuda lebih senang bekerja diluar pertanian dan cenderung pasrah dengan keadaan.